Film Togo Menyebutkan Perihal Anjing yang Siberian Husky Berperan Selamatkan Kota

0 Comments

Kecuali film anjing Hachiko yang familiar, pernahkah Moms menonton film Togo yang berkisah tentang anjing yang berjasa menyelamatkan kota dari wabah penyakit?

Buat para pecinta anjing, terpenting macam Siberian husky, film ini sepatutnya banget masuk watching list Moms untuk hiburan di akhir minggu.

Segera, seperti apa sih kisah https://tiendasdeconveniencia.org/ Togo dan tuannya di film ini? Yuk, simak sinopsis film Togo dan daftar pemainnya di bawah ini!

Review Film Togo

Film Togo yaitu film bergenre adventure besutan Ericson Core yang dirilis pada 5 September 2020.

Film ini diangkat dari kisah kongkret yang terjadi di kota Nome, salah satu kota kecil di Alaska.

Pada tahun 1925 muncul wabah penyakit mematikan yang menyerang orang dewasa dan anak-anak.

Obat penyakit ini sudah ada, namun stoknya cuma ada di sentra kota. Nahas, badai salju menyerang tempat tersebut sehingga menyulitkan pengiriman obat.

Di sisi lain, nyawa para penduduk terancam karena keadaan mereka yang semakin parah.

Cerita yang ditulis oleh Tom Flynn ini dirangkum dalam film berdurasi hampir 2 jam.

Film produksi The Walt Disney Company dan Walt Disney Pictures ini mengambil lokasi syuting di Cochrane, Kanada.

Jadi tidak heran sekiranya Moms bakal memandang perbukitan pinus yang tertutup salju tebal khas Kanada.

Kali ini Disney menyentuh hati para penonton lewat peran Seppala (Willem Dafoe) dan para anjing kereta luncur macam Siberian husky.

Kecuali Willian, film ini juga dibintangi oleh Julianne Nicholson, Christopher Heyerdahl, dan Richard Dormer.

Kesuksesan film Togo sukses meraih penghargaan di Motion Picture Sound Editors 2020 pada klasifikasi Golden Reel Award.

Film ini juga masuk 4 nominasi di ajang penghargaan film di Amerika Serikat sepanjang tahun 2020.

Kecuali itu,para penonton juga memberikan ulasan yang positif di IMDb dengan rating mencapai 7,9/10 dan 95% skor audiens di Rotten Tomatoes.

Kalau ulasan-nya setinggi ini, apakah Moms berminat untuk menontonnya?

Kali ini Disney menyentuh hati para penonton lewat peran Seppala (Willem Dafoe) dan para anjing kereta luncur macam Siberian husky.

Kecuali Willian, film ini juga dibintangi oleh Julianne Nicholson, Christopher Heyerdahl, dan Richard Dormer.

Kesuksesan film Togo sukses meraih penghargaan di Motion Picture Sound Editors 2020 pada klasifikasi Golden Reel Award.

Film ini juga masuk 4 nominasi di ajang penghargaan film di Amerika Serikat sepanjang tahun 2020.

Kecuali itu,para penonton juga memberikan ulasan yang positif di IMDb dengan rating mencapai 7,9/10 dan 95% skor audiens di Rotten Tomatoes.

Kalau ulasan-nya setinggi ini, apakah Moms berminat untuk menontonnya?

Pada tahun 1913, Seppala (Willem Dafoe) dan istrinya, Constance (Julianne Nicholson) menyambut kelahiran anak anjing baru bernama Togo.

Seppala yang berprofesi sebagai penunggang kereta luncur anjing memang beternak anjing macam Siberian husky untuk kendaraannya.

Sedangkan mempunyai banyak anjing, rupaya Togo punya kepribadian yang unik karena usil dan benar-benar loyal kepada tuannya.

Sayangnya, Seppala tidak menyenangi dengan Togo karena dongkol diganggu terus. Lain halnya dengan sang istri yang benar-benar menyayangi Togo.

Saking jengkelnya dengan Togo, Seppala malahan berkali-kali memberikan Togo kepada rekannya namun Togo selalu kembali pulang.

Pada kesudahannya, Seppala jadi benar-benar menyayangi Togo karena sukses memenangkan kejuaraan kereta luncur di Alaska, menaklukkan pemenang bertahan dunia.

Singkat cerita, pada tahun 1925 dikala umur Togo mencapai 12 tahun, umur yang terbilang tua untuk anjing, dia dan tuannya sepatutnya lewat perjalanan yang membahayakan.

Kala itu terjadi wabah penyakit yang mematikan dan menyerang banyak warga kota Nome.

Obat penyakit ini sudah ditemukan, namun stoknya cuma ada di sentra kota yang jaraknya sekitar 260 mil.

Sayangnya, dikala itu badai salju menyerang Alaska sehingga tidak ada satupun transportasi yang beroperasi, termasuk pesawat terbang.

Satu-satunya metode yaitu menggunakan kereta luncur, lewat perbukitan pinus bersalju dan sungai yang beku.

Melihat keadaan para pasien yang mengkhawatirkan, terpenting anak-anak, Seppala berhasrat untuk menerima obat itu ke sentra kota.

Akibatnya dia dan kawanan anjingnya yang dipimpin oleh Togo memulai perjalanan mematikan tersebut.

Mereka sukses lewat tantangan pertama yaitu bukit pinus bersalju, lalu stop di penginapan pertama.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan lewat sungai beku, kemudian istirahat di penginapan kedua.

Ketika menginap, Seppala dan pemilik penginapan sadar sekiranya keadaan Togo sudah lemah.

Tapi Seppala tidak punya opsi lain kecuali melanjutkan perjalanan untuk menerima obat tersebut. Kalau tidak, ribuan nyawa penduduk kota Nome akan terancam.

Sementara itu, Wali Kota Nome mengabarkan sekiranya pengiriman obat dari sentra kota sedang dalam perjalanan menuju kota Nome.

Untungnya, Seppala dan pengirim obat tersebut berjumpa di tengah jalan secara tidak sengaja karena Seppala salah arah.

Segera dia bergegas mengambil obat tersebut, kemudian istirahat lagi di penginapan kedua.

Pemilik penginapan menangis memandang keadaan Togo yang sudah sekarat. Ia bisa mati sekiranya bersikeras melanjutkan perjalanan.

Lagi-lagi Seppala tidak punya opsi lain karena cuma Togo yang kapabel memimpin kereta luncur agar berjalan lebih pesat.

Related Posts