Meski Penting yang Terkuak di Boruto: Two Blue Vortex sesudah Timeskip

0 Comments

Boruto: Two Blue Vortex pun mengalami timeskip sekitar tiga hingga empat tahun sesudah kejadian yang terjadi pada ending komponen pertamanya. Makanya, enggak mengherankan seandainya ada banyak hal baru yang terjadi dan terkuak dalam Two Blue Vortex.

Nah, berikut ini kami akan membahas deretan hal baru yang terkuak dalam Boruto: Two Blue Vortex. Yuk, simak!

Sekadar mengingatkan, pada akhir komponen pertamanya Kawaki mengirim Naruto dan Hinata ke dimensi lain supaya tidak menghambat rencananya untuk membunuh Boruto yang dia anggap langsung jadi jahat pengaruh Momoshiki. Meski ini pun membikin Kawaki sempat diburu oleh para ninja Konohagakure.

Namun, sesudah Kawaki mengubah realita bahwa dirinya merupakan anak Naruto dengan mengaplikasikan kecakapan Omnipotence milik Eida, masyarakat kini menganggap Boruto sebagai pelakunya. Pun, Kawaki tidak tanggung-tanggung membikin fitnah bahwa Boruto sudah membunuh Naruto dan Hinata dan langsung dipercayai oleh Shikamaru serta masyarakat Konohagakure lainnya.

Imbas hal ini, Shikamaru pun menggantikan posisi Naruto yang sudah dia anggap mati sebagai Hokage Kedelapan dari Konohagakure dengan Konohamaru sebagai penasihatnya. Meski, Naruto dan Hinata sesungguhnya masih hidup, melainkan tidak dalam situasi tidak sadar di dimensi milik Kawaki.

2. Sarada masih mencoba meyakinkan Shikamaru bahwa Boruto tidak bersalah

Sarada dan Sumire menjadi satu-satunya https://phenixsalonsuitesmn.com/ masyarakat Konohagakure yang tidak termakan oleh kecakapan Omnipotence-nya Eida. Jadi, Sarada dan Sumire masih menganggap Boruto sebagai anak Naruto yang sesungguhnya, sementara Kawaki justru merupakan ‘kezaliman’ yang menghilangkan sang Hokage Ketujuh.

Pada awal chapter Two Blue Vortex, Sarada pun terlihat masih mencoba meyakinkan Shikamaru bahwa Boruto tidak bersalah sesudah insiden yang terjadi tiga tahun yang lalu. Namun, pernyataan Sarada sama sekali tidak digubris oleh Shikamaru. Menurut Shikamaru, masyarakat Konohagakure akan tetap membenci Boruto sekalipun dia menarik instruksi buat menangkapnya.

Meski ini kemudian membikin Sarada membahas masa lalu dikala Naruto menyelamatkan Sasuke yang sempat menjadi pengkhianat Konohagakure. Dapat jadi, ke depannya Sarada juga menjalankan hal yang sama untuk Boruto.

3. Shikamaru rupanya sempat meragukan Kawaki

Dalam percakapannya dengan Sumire, Sarada sempat mengakatakan bahwa sempat ada paradoks berkaitan status Kawaki sebagai si kecilnya Naruto. Shikamaru pun beritanya sempat mengalami keraguan kepada Kawaki.

Meski ini pun berkaitan dengan banyaknya komponen tubuh Kawaki yang dimodifikasi oleh organisasi Kara. Meski, seandainya Kawaki merupakan anak Naruto sesungguhnya yang lahir dan tumbuh besar di Konohagakure, dia seharusnya tidak mempunyai modifikasi apa saja pada tubuhnya.

Namun, menurut Sarada, keraguan hal yang demikian pun menghilang seiring berjalannya waktu karena efek dari kecakapan Omnipotence. Jadi, kini Shikamaru ataupun masyarakat Konohagakure pada lazimnya sudah benar-benar percaya bahwa Kawaki merupakan si kecilnya Naruto tanpa rasa ragu sedikitpun.

4. Eida tidak tahu bagaimana menghentikan efek kekuatan Omnipotence

Sarada dan Sumire pun terlihat berjumpa dengan Eida dan minta sang android untuk menghentikan efek dari kecakapan Omnipotence miliknya. Meski ini sesungguhnya juga memberikan informasi bahwa Sarada dan Sumire secara terang-terangan menunjukkan kepada Eida bahwa mereka berdua tidak termakan oleh kecakapan Omnipotence miliknya.

Pun demikian itu, Eida mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana cara menghentikan efek dari kekuatan Omnipotence miliknya, layaknya dia tidak dapat membatasi kecakapan pesonanya. Eida sejauh ini baru sebatas mengenal bahwa Omnipotence merupakan salah satu tipe Shinjutsu, atau teknik para dewa, yang sanggup mengabulkan asa yang betul-betul kuat dari seseorang.

Eida pun mengaku bahwa dia sudah menyerah mencoba untuk mengembalikan realita seperti dahulu, dikala Boruto merupakan anak Naruto, dan Kawaki merupakan kezaliman. Pun, menurut Eida akan jauh lebih gampang mewujudkan sebuah realita baru ketimbang mengembalikan realita terdahulu hal yang demikian.

Eida memang sadar bahwa Sarada dan Sumire tidak termakan oleh kecakapan Omnipotence miliknya. Namun, Eida rupanya belum tahu bahwa Sarada dan Sumire tidak termakan oleh kecakapan ‘pesonanya’ seperti masyarakat Konohagakure pada lazimnya yang menuruti seluruh kemauan sang android.

Eida pun sempat menaruh rasa curiga berkaitan hal kepada Sarada dan Sumire. Namun, keduanya masih berhasil membikin Eida yakin bahwa mereka berada di bawah pengaruh pesonanya Eida. Meski ini mereka lakukan supaya dapat dengan gampang membunuh Eida tanpa seharusnya lewat pertarungan yang berat dengan sang android secara khusus dahulu.

6. Himawari enggak menganggap Boruto sebagai ancaman

Dalam chapter pertamanya, kita juga dapat mengamati Himawari Uzumaki yang kini sudah terlihat lebih dewasa. Himawari pun terlihat sedang berlatih dengan Chocho, dan menggambarkan bahwa dia kini sudah legal menjadi seorang ninja. itu, Himawari mengatakan bahwa alasan dia latihan bukanlah karena mau menjadi kuat, melainkan karena mau membantu Boruto.

Namun, hal ini kemungkinan besar terjadi bukan karena Himawari ingat bahwa Boruto merupakan kakak kandungnya yang absah, melainkan karena memori perihal Kawaki yang kini statusnya digantikan oleh Boruto. Pasalnya, Himawari sudah menganggap Kawaki sebagai sosok kakak keduanya yang sudah sebagian kali terluka cuma untuk menyelamatkannya.

Related Posts