We Couldn't Become Adult

Rekomendasi Film Jepang yang Sedih di Netflix, Siap-siap Tisu

0 Comments

Menonton film sedih sesungguhnya menyakitkan hati tapi uniknya, tema ini banyak digemari orang-orang. Kamu dapat menyaksikan berbagai film Jepang yang sedih di Netflix.

Deretan judul film asal negeri Sakura ini dapat mengakibatkan anda merasa turut sedih saat menontonnya.

Genre yang ditawarkan pun beragam, merasa berasal dari drama, romansa, psychological, sampai potongan kehidupan atau slice of life.

Selain film baru, tersedia terhitung film lama yang kini tersedia di Netflix. Meski memadai lawas tapi kisahnya selamanya menarik untuk disimak waktu ini.

Dihimpun berasal dari berbagai sumber, tersebut tujuh himbauan film Jepang yang sedih di Netflix.

1. Love Like the Falling Petals (2022)

Love Like the Falling Petals merupakan film orisinal Netflix yang dirilis terhadap 2022. Film ini menceritakan mengenai Haruto Asakura yang mengalami cinta terhadap pandangan pertama bersama seorang penata rambut bernama Misaki Ariake.

Namun, Misaki diketahui mengidap penyakit langka, yakni fast-forward syndrome yang membuatnya mengalami penuaan sepuluh kali lebih cepat dibandingkan orang lain terhadap umumnya.

Film yang dibintangi oleh Honoka Matsumoto dan Kento Nakajima ini akan menguras air mata penontonnya secara perlahan.

2. Mother (2020)

Hadir bersama genre psychological, film berjudul Mother ini dapat mengakibatkan penontonnya merasa tidak nyaman atau bahkan menangis saking pilunya menyaksikan kisah film yang dibintangi oleh Nagasawa Masami, Gunji Sho, Okudaira Daiken, dan Abe Sadao ini.

Mother mengisahkan mengenai mengenai seorang ibu tunggal bernama Akiko yang mempunyai seorang anak laki-laki bernama Shuhei. Alih-alih mencari pekerjaan, Akiko menelantarkan dan menyengsarakan anaknya tersebut.

3. We Couldn’t Become Adult (2021)

We Couldn’t Become Adult merupakan film bergenre slice of life yang dibintangi oleh Mirai Moriyama. Film ini menceritakan mengenai Sato laki-laki berusia 46 th. yang merasa hidupnya membosankan.

Untuk menanggulangi kebosanan tersebut, ia merasa menelusuri tempat-tempat yang dulu ia datangi terhadap jaman lalu. Hal itu mengakibatkan Sato ulang mengingat segudang kenangannya di jaman lalu.

Melalui film ini, kami terhitung akan diajak turut mengenang ulang jaman selanjutnya mengenai cinta atau pencarian jati diri.

Baca juga:

Film ‘BATTLE OF SURABAYA’ Animasi Pertama Berlatar Sejarah Bangsa Indonesia

Rekomendasi Film Drama Indonesia Terbaik yang Tak Boleh Dilewatkan

4. River’s Edge (2018)

Rekomendasi film Jepang yang sedih di Netflix selanjutnya adalah River’s Edge. Film ini mengisahkan mengenai Haruna Wakagusa, seorang siswa SMA yang tinggal bersama ibunya.

Haruna mempunyai seorang rekan sekelas yang sering dirundung bernama Ichiro. Film ini menggambarkan bagaimana ketidakpedulian orang dewasa terhadap kebugaran mental anak remaja.

Film yang dibintangi oleh Fumi Nikaido dan Ryo Yoshizawa ini mengajak pemirsa untuk lebih acuhkan dan jelas perasaan orang-orang.

5. Romance Doll (2020)

Romance Doll adalah film romansa dewasa yang dibintangi oleh Issei Takahashi dan Yu Aoi. Film ini menceritakan mengenai kehidupan seorang pembuat love doll bernama Tetsuo.

Suatu ketika, Tetsuo menyamar sebagai seorang dokter yang dambakan mengakibatkan payudara prostetik untuk kebutuhan love doll. Saat laksanakan penyamaran, Ia jatuh cinta terhadap pandangan pertama bersama seorang tipe bernama Sonoko.

Namun, sesudah menikah, Tetsuo selamanya merahasiakan mengenai profesinya kepada sang istri. Suatu malam, keduanya sepakat untuk mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan berasal dari satu mirip lain.

6. Romantic Prelude (2009)

Romantic Prelude mengisahkan tentang seorang fotografer bernama Nojima Satoshi (Okada Junichi). Nojima dambakan memotret pemandangan, tapi pekerjaan mengharuskannya memotret hal lain.

Sementara itu, tetangganya, Nanao (Aso Kumiko), bekerja di toko bunga. Meski bertetangga, keduanya belum dulu bertemu.

Suatu hari mereka jelas Kedatangan satu mirip lain lewat nada yang mereka bikin di dalam kehidupan sehari-hari lewat dinding tipis. Film lawas yang dirilis terhadap 2009 ini dapat anda tengok di Netflix.

7. 37 Seconds (2019)

Terakhir tersedia film drama yang mengharukan berjudul 37 Seconds. Film ini menyoroti kisah Yuma Takada (Mei Kayama), seorang wanita yang mengidap cerebral palsy supaya kudu hidup bersama kursi roda.

Saat terlahir di dunia, Yuma tidak bernapas 37 detik dan membuatnya tumbuh besar bersama segala keterbatasan. Yuma sulit berkembang karena ibunya yang overprotective dan karya komiknya sering ditolak.

Related Posts