Review The Super Mario Bros. Movie: Film Anak-Anak Penuh Nostalgia

0 Comments

The Super Mario Bros. Movie menjadi salah satu film paling diantisipasi tahun ini. Film ini juga digadang-gadang bakal menjadi salah satu film terlaris pada 2023.

Diangkat dari game tenar, ada banyak harapan pada The Super Mario Bros. Movie. Tetapi, apakah film ini dapat memenuhi ekspektasi? Dibuat dalam format animasi, The Super Mario Bros. Movie punya gambar yang nikmat dilihat mata.

Warna-warna tajam dengan desain karakter situs slot depo 5k yang menarik membuat film ini dengan gampang mempesona siapa pun yang memandangnya. Kualitas Illumination sebagai studio yang mengadaptasi game itu ke layar lebar telah tak perlu diragukan lagi. Super Mario Bros. yaitu game legendaris buatan Nintendo.

Mereka yang tumbuh di era 90-an mungkin akrab dengan game ini. Karakter dan suaranya sangat khas sehingga sulit untuk dilupakan. Selama bertahun-tahun, game itu pun terus berkembang, baik dalam game atau pun desain karakternya.

Super Mario Bros. menyajikan karakter populer seperti Mario, Luigi, Putri Peach, Bowser, Toad, Koopa, dan lain-lain. Mereka pun diketahui di luar fandom game karena ciri khas desain mereka dan juga legenda mereka di dunia game. Setelah difilmkan pada 1993 dan dianggap gagal, usaha kedua dengan trek animasi ini dianggap lebih pas.

Di game, Super Mario Bros. berkisah tentang tukang ledeng bernama Mario yang sepatutnya menyelamatkan Putri Peach dari Kerajaan Jamur dari cengkraman Bowser, kura-kura raksasa dengan batok berduri. Tetapi, Mario sepatutnya melintasi bermacam-macam tantangan dan halangan sebelum akibatnya menyelamatkan sang putri.

The Super Mario Bros. Movie punya cerita yang hampir mirip. Cuma, di film ini, Mario dan Luigi terkena isekai atau dikirim ke dunia lain ketika mereka tersedot ke dalam pipa misterius di bawah tanah. Tetapi, keduanya terpisah. Mario usai di Kerajaan Jamur, sementara Luigi usai di Dark Lands yang diatur Bowser.

Mario kemudian mencari sistem untuk menyelamatkan Luigi. Pertemuannya dengan Putri Peach membuat jalan untuk mengerjakan misi itu pun terbuka. Bersama Putri Peach, Mario berupaya menyelamatkan Luigi sekaligus menghentikan usaha Bowser untuk merajai Kerajaan Jamur.

Cerita film ini sangat sederhana dan lebih relate pada buah hati-buah hati daripada orang dewasa. Tetapi, gambar dan adegan-adegannya cukup seru buat ditonton. Bagi mereka yang mencari cerita, maka film ini akan terasa “meh” karena plotnya dangkal dan sangat awam. Tetapi, bagi mereka yang mencari pengalaman menonton, film ini dapat dicoba.

Para pemeran yang tampil di film ini pun tampil baik. Ini terutamanya pada Jack Black (Bowser) dan Charlie Day (Luigi) benar-benar pas dengan karakter yang mereka bawakan. Malahan di tangan Jack Black, Bowser dapat semacam itu seram dan konyol di ketika yang sama. Sementara, Charlie Day dengan pas membawakan Luigi yang baik hati dan penakut. Di film ini, Mario disulihsuarakan Chris Pratt. Dia memang pas untuk peran itu, tetapi, ya telah, pas saja, tak istimewa.

Berdurasi 1 jam 52 menit, film ini menyatukan gimmick dan adegan action-nya tanpa banyak permasalahan. Dari permulaan sampai akhir, film ini tak membendung dirinya untuk mengeluarkan aksi-aksi yang mengingatkan orang pada game-nya. Humornya pun tak terlalu berlebihan atau pun kompleks sehingga tak dapat dipahami semua orang.

Related Posts